Selasa, 05 Juni 2012

PENGAJUAN PROPOSAL KKP


PROPOSAL PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL)
PEMBIBITAN CABAI RAWIT(CAPSICUM FRUTESCENS L.)
DI DINAS PERTANIAN KABUPATEN SUMENEP

                                                                                  
Oleh :
ABU YAMIN
0925010026

USULAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) SEBAGAI SALAH SATU PANDUAN UNTUK PRAKTEK LANGSUNG DI LAPANG

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR
SURABAYA
2012




LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL                                  : Pembibitan Cabai Rawit ( Capsicum Frutescens ) di Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep
NAMA                                   : Abu yamin
NPM                                       : 0925010026
PROGRAM STUDI             : Agroteknologi


Menyetujui
Dosen Pebimbing


DR. IR. WUWUT GUNTORO MSI
NIP. 19620524 199003 1001



Mengetahui
Ketua Program Studi Agroteknologi


Ir. Mulyadi, MP.
NIP. 19530503 198503 1001







KATA PENGANTAR
Puji serta syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik serta hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan usulan Kuliah Kerja Praktek (KKP) ini. Usulan ini berjudulPEMBIBITAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS ) DI DINAS PERTANIAN KABUPATEN SUMENEP
Usulan praktek kerja lapang ini dapat diselesaikan atas bantuan dan kerjasama berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.    Ir. Mulyadi, MP. selaku Ketua Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur.
2.    Dr. Ir.Wuwut Guntoro,MSiselaku Dosen Pembimbing Praktek Kerja Lapang (PKL).
3.    Para staf kepegawaian Fakultas Pertanian yang telah memfasilitasi dalam pembelajaran untuk bekal Praktek Kerja Lapang (PKL).
4.    Para staf kepegawaian/karyawan Dinas Pertanian di Kabupaten Sumenep. yang berkenan memfasilitasi penulis dalam kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini.
5.    Orang tua yang selalu mendukung penulis dalam berbagai hal, khususnya dalam dukungan material dan spiritual.
6.    Teman – teman yang senantiasa membantu penulis dalam menyelesaikan usulan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini
Semoga usulan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini dapat bermanfaat sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini.


                                                                                      Surabaya, 31 Januari 2012

                 Penulis




BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            LATAR BELAKANG
Cabai rawit (capsicum frutescens) mempunyai posisi penting dalam konsumsi makanan masyarakat kita baik sebagai sayuran maupun bumbu, sehingga ini berpengaruh pada peningkatan permintaan cabai baik dalam negeri maupun luar negeri. Cabai tahun 2011 kemarin di daerah Sumenep peringkat termahal sepanjang sejarah harga cabai bahkan bertahan sampai hampir dua bulanan. Kondisi ini amat berpengaruh terhadap permintaan bibit cabai melonjak naik dengan tajamnya.
Seiring tingginya permintaan bibit cabai di daerah Sumenep, hal ini tentu memberi peluang bagi tumbuh kembangnya usaha penangkaran pembibitan. Di beberapa daerah Madura malah sudah menjadi peluang usaha yang menjanjikan, seperti di wilayah sumenep.
Di daerah lain permintaan bibit pembibitan hortikultura sekaligus memberikan kemudahan bagi petani untuk memperoleh bibit dengan hortikultura cabai di kawasan Magelang, ternyata direspon oleh petani untuk membuka usaha mudah. Di wilayah sentra hortikultura kegiatan pembibitan banyak dilakukan petani. (Pitoyo, S, 2007).
Dalam hal pembibitan cabai, ujar Rajimin, sebaiknya dilakukan apabila penyiapan lahan sudah 70% selesai. Hal ini untuk menghindari dari bibit terlalu tua (terlambat tanam), selain itu, persiapan media semai terdiri dan tanah, pupuk kandang, pupuk SP-36 ditambah insektisida furadan. Perbandingan 2 ember tanah + 1 ember pupuk kandang + 165 gram SP-36 + 75 gram furadan. Untuk pembibitan memakai polybag ukuran 8 x 10 cm, 6 x 10 cm, untuk penanaman 1 ha dibutuhkan pembibitan polybag sebanyak 20.000 polybag termasuk cadangan untuk sisipan. Langkah selanjutnya, ungkapnya, upaya mensterilkan media sesuai dengan fumigan, dimana Media semai sebaiknya disterilisasi terlebih dahulu dengan menggunakan fumigan tanah (Basamid G). Tujuannya apabila Basamid G terkena air akan mengeluarkan gas metil isotiosianat yang dapat membunuhserangga, cendawan, nematoda dan bakteri serta mematikan benih gulma yang akantumbuh.Dan,selanjutnya, memberiperlakuan benih agar bebas penyakit. (Semangun, 1993).
Sebelum benih ditebar di bedengan /ditanam dalam polybag, papar Rajimin, benih harus diberi perlakuan. Ada dua cara pemberian perlakukan, dimana pertama dengan perlakuan basah berupa, yakni sebelum benih disemai terlebih dahulu benih direndam dalam larutan air yang diberi fungisida dan bakterisida (air 1 ltr + 1,5 ml previcurn + 1,2 gram Agrimycin) selama 4-6 jam. Kemudian benih dibungkus handuk/koran dibasahi lalu diperam dalam kaleng biskuit yang diberi lampu 15 watt, selama 3—4 han benih berkecambah 0,5-1,0 mm dan siap disemaikan.Sedangkan Perlakuan kering, lanjutnya, sebelum benih disemai terlebih dahulu kemasan dibuka, diberi fungisida Derosol 60 Wp satu sendok dan Agrimycin setiap kemasan benih dan dikocok sampai merata, kemudian benih siap disemai.(Mashud, E.2004).

1.2.            TUJUAN
1.      Menambah pengalaman dan keterampilan dalam melakukan pembibitan di bidang tanaman cabai rawit (capsicum frutescena).
2.      Mempelajari serta melakukan langsung praktek pembibitan cabai raqwit.
3.      Bertukar ilmu yang telah didapat dibangku kuliah dengan pengalaman para karyawan  instansi (Dinas pertanian kabupaten sumenep)










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. NAMA TANAMAN CABAI RAWIT ( CAPSICUM FRUTESCENS)
Latin : Capsicum frutescens
Inggris   : Pepper
Melayu : cabe
Madura : cabhi
2.2.KLASIFIKASI
Kingdom   : Plantarum
 Divisi        : Spermatophyta
 Sub Divisi : Angiospermae
Klas
           : Dicotyledoneae
 Sub Klas
  : Sympetalae
Ordo
         : Tubiflorae (Solanales)
Famili
       : Sonalaceae
Genus
       : Capsicum
Spesies
     : Capsicum annum L.
2.3. TANAMAN CABAI RAWIT (capsicum frutescens)
            Cabai rawit (capsicum frutescens) termasuk tanaman yang mudah di tanam dimana saja, baik di dataran tinggi maupun rendah, tanpa banyak perawatan. Tanaman cabai rawit termasuk yang berumur paling panjang, bisa mencapai tahunan. Cabai rawit termasuk tanaman dikutil (biji berkeping dua) dan berakar tunggang. Akarnya menyebar hingga sejauh 40 cm, tetapi dangkal. Akar-akar rambut banyak berada di permukaan. Akar-akar mendatarnya cepat berkembang, menyebar dengan kedalaman 15 cm. ujung akar tunggang dapat menembus tanah hingga kedalaman 50 cm.
            Batang tanaman berbentuk bulat, tegak dengan tinggi 50-150 cm. Batang hanya sedikit mengandung zat kayu sehingga tidak kuat berdiri tegak saat lebat buahnya.
            Daun cabai rawit berwarna hijau, ukuran daun termasuk kecil dan berbulu halus pada permukaannya. Bentuk daun menyerupai hati yang beruncing pada ujungnya. Panjang daun sekitar 4-6 cm dan lebar 2-3 cm.
            Bunga berdiri tegak pada ketiak daun,berwarna putih bersih,berbentuk bintang. Satu kuntum bunga terdiri dari 5-6 helai kelopak bunga.pada setiap ketiak daun umumnya tumbuh dua tangkai buna. Setelah mekar penuh, bunga cabai rawit berukuran lebar sekitar 1,5 cm.setelah terjadi pembuahan bungan akan layu dan kebanyakan hanya 1 bunga yang menjadi buah.
            Buah cabai rawit memiliki ukuran sekisar antara 1-4 cm dengan lebar 0,5-1,2 cm. buah cabai mengandung oleoresin yang pedas rasanya. Setiap buah berisi banyak biji. Biji cabai berkeping dua (dikotil) dan berfungsi sebagai alat perkembangbiakan tanaman secara generative. (Prajnata, F. 1998.)

2.4 . SYARAT PERTUMBUHAN
2. 4.1 Iklim
            Cabai rawit merupakan tanaman yang mudah beradaptasi dengan lingkungan di daerah tropis,baik ketinggian tempat maupun  keadaan tanah. Oleh karena itu, cabai rawit dapat di kembangkan hamper di seluruh kawasan nusantara. Tanaman ini dapat tumbuh dan berpruduksi dengan baik di dataran rendah, menengah, dataran tinggi. Ketinggian lokasi yang paling baik untuk tanaman cabai adalah antara 200-700 meter di atas permukaan laut(dpl).
            Namun tanaman cabai mempunyai persyaratan khusus dalam hal suhu udara. Pertumbuhan cabai akan terhambat jika suhu udara di bawa 16ºC. Demikian pula jika suhu lokasi di atas 32º C, proses pembungaan cabai akan gagal dan bunga akan rontok.(Prihmantoro, H. 1995.)
2.4.2 Kelembaban
Kesuburan tanah mempunyai peran penting dalam penanaman cabai rawit. Di samping sebagai penopang berdirinya tanaman, tanah juga berfungsi sebagai penyediaan makanan,air, dan udara untuk pernafasan akar. Tanah yang basah tetapi tidak tergenang air, berpasir, subur, dan kaya akan bahan organic sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman cabai. Syarat lainnya. Tanah harus memiliki aerasi dan drainase yang baik.
            Tanaman cabai rawit selain membutuhkan air juga juga membutuhkan sinar matahari yang cukup. Maka lokasi yang tepat untuk tanaman cabai adalah lokasi yang terbuka, cukup kandungan airnya, subur, dan mempunyai penyerapan air cukup baik.oleh sebab itu pembibitan tanaman cabai dala polibag sebaiknya di tempatkan di tempat terbuka agar memproleh sinar matahari yang memadai, terutama sinar matahari pagi.
                Derajat keasaman (pH) tanah yang paling tepat untuk tanaman cabai rawit berkisar antara 5-7. Apabila pH kemampuan penyerapan beberapa unsur hara berkurang.miskipun tanaman dapat hidup, tetapi produksi buahnya terganggu.demikian juga bila pH tanah terlalu tinggi, di atas 7, tanaman akan kerdil karena kekurangan zat besi. .( Prihmantoro, H.1995)
2. 4.3 Media Tanam
            Media tanam murupakan tempat hidup dan tumbuhnya tanaman. Media tanam dapat berupa tanah, pasir, sabut,  arang, dan sebagainya. Untuk pembibitan tanaman cabai penulis menggunakan tanah sebagai media tanam utama. Untuk menyuburkan dan memperbaiki kualitasnya, dan mencampurkan pupuk organic padat (kompos atau kandang) sekam atau arang sekam. Media tanam yang akan diisikan ke bedengan/dalam polibag harus telah memenuhi syarat kebutuha hidup tanaman. Yakni, harus cukup gembur, mengandung unsure hara dan bebas dari hama dan penyakit. Karena kondisi tanah di setiap tempat sering kali tidak sama,tanah perlu diolah sehingga di proleh campuran yang baik sebagai media tanam.
         Kondisi pH media tanam juga harus memenuhi syarat untuk pertumbuhan tanaman cabai rawit, yaitu pada kisaran 5-7. Jika pH media dibawah 5, tambahkan kapur dolomite atau kalsit. Jumlahnya di sesuaikan dengan kondisi pH tanah. Sebaliknya, jika pH media tanam diatas 7, netralkan dengan belerang. Derajat keasaman (pH) tanah dapat di periksa dengan alat pH-meter.namun untuk memudahkan, bila mengambil tanah untuk media tanam, pilih saja tanah yang di tumbuhi tanaman dengan baik. (Haryato. 1998)

2. 4.4 Ketinggian Tempat
Cabai rawit  mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah maupun tinggi.  Ketinggian yang optimal 400-800 m dpl.(Mashud, E. 2004)
2.5 PEMBIBITAN                                          
2.5.1 Persyaratan Benih
Benih yang dipergunakan untuk pembibitan hendak memenuhi kriteria teknis agar nanti dapat menghasilkan bibit yang baik dan bila nanti ditanam di lapangan dapat menghasilkan buah yang baik serta produksinya tinggi. Benih yang digunakan petani biasanya berasal dari dua yaitu benih produksi sendiri dan beli di toko pertanian sesuai varietas yang diinginkan. Bila petani menggunakan benih sendiri atau mengambil dari lapangan hendaknya memperhatikan beberapa persyaratan benih yang layak digunakan untuk pembibitan agar nantinya bibit akan tumbuh baik dan dapat berproduksi tinggi, ada beberapa syarat teknis yang mesti kita perhatikan antara lain : benih bebas hama penyakit, biji bernas/ aus, tidak keriput, daya tumbuh 90%, kemurnian terjamin, biji berwarna kuning bersih hampir mirip warna buah padi. Sedangkan bila benih dari pabrikan kita tinggal cek deskrefsi varietas yang ada sesuai jenis dan perhatikan masa berlaku benih atau tanggal kadaluarsa. (Prihmantoro, H.1995)
2. 5.2  Penyiapan Benih
         Pilihlah benih cabai rawit yang berkualitas, sehat, memiliki daya kecambah tinggi, dan berasal dari varietas unggul. Benih tersebut dapat di beli di took pertanian dalam kemasan sachet atau dapat juga di peroleh dengan mengusahakan sendiri dari biji buah cabai rawit yang berukuran besar, masak optimal( berwarna merah ),dan sehat.belah buah cabai untuk di ambil bijinya. Terus dijemur biji terlebih dahulu hingga kering. (Haryato. 1998)

2. 5.3  Teknik Penyemaian Benih
Pembibitan
Langkah membuat penyemaian/pembibitan adalah : Persiapan lokasi pesemaiannya dengan syarat lokasi strategis mudah diawasi dekat sumber air, lokasi terbuka.
Persiapan pnyemaian
            Siapkan bahan-bahan media semai seperti tanah, pupuk kandang matang,dan pupuk TSP atau SP-36 dengan perbandingan 2 bagian tanah, 1bagian pupuk kandang, dan pupuk TSP atau SP-36 secukupnya.selain itu , siapkan insektisida karbofuran(furadan, curater, atau petrofur). Tanah dan pupuk kandang di campur dengan perbandingan setiap 3 ember adonan tanah dan pupuk di tambahkan 100 g insektisida karbofuran dan 100 g pupuk TSP atau SP-36 pupuk tersebut dapat diganti dengab npk sebanyak 80 g per tiga adonan tersebut. Campurkan bahan-bahan tersebut secara merata. Masukkan media semai kedalam polibag plastic yang berukuran 8x9 cm hingga sebanyak90% penuh.tata polbag tadi di atas bangunan persemaian setengah lingkaran yang di tutup plasti bening  sebagai pelindung panas dan hujan. Semaikan benih bila memang telah mendapatkan perlakuan benih (warna merah muda) seandainya belum benih perlu di rendam ke dalam larutan fungisida previcur N dengan konsentrasi 2-3 ml/l air selama 4-6 jam. Setelah perendaman, benih siap di semaikan.setiap polibag berisi satu benih.( Pitoyo, S. 2007)
BAB III
METODOLOGI

3.1.WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini dilakukan pada  09 -  29 Februari 2012.Praktek Kerja Lapang (PKL) ini bertempat di Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep.
3.2.METODE KAJIAN
Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini yang akan dilaksanakan di Tempat PKL diatas dengan metode sebagai berikut:
1.      Pengenalan tempat/instansi secara umum di Dinas pertanian Kab. Sumenep
Tujuan dari pengenalan tempat tersebut supaya penulis dapat mengenal secara umum keadaan tempat yang dijadikan tempat Praktek Kerja Lapang (PKL), pengenalan dilakukan pada awal/minggu pertama penulis datang ke tempat tujuan.
2.      Praktek langsung dilapang yaitu meliputi:
a).  Pemilihan tanaman induk
          Syarat tanaman induk, tanaman induk di pilih tanaman yang sehat danberproduksi tinggi,tidak terserang hama dan penyakit.
b). Seleksi buah/cabai rawit untuk bibit
Benih yang akan di bibitkan di pilih benih yang matang dan sehat, dengan warna merah tidak ada tanda gejala apapun.
c). Persiapan pembibitan
§  Pengolahan media
Menyiapkan bahan-bahan media semai seperti tanah, pupuk kandang matang,dan pupuk TSP atau SP-36 dengan perbandingan 2 bagian tanah, 1bagian pupuk kandang, dan pupuk TSP atau SP-36 secukupnya.selain itu , siapkan insektisida karbofuran(furadan, curater, atau petrofur). Tanah dan pupuk kandang di campur dengan perbandingan setiap 3 ember adonan tanah dan pupuk di tambahkan 100 g insektisida karbofuran dan 100 g pupuk TSP atau SP-36 pupuk tersebut dapat diganti dengab npk sebanyak 80 g per tiga adonan tersebut. Campurkan bahan-bahan tersebut secara merata. Masukkan media semai kedalam polibag plastic atau bedengan. Semaikan benih bila memang telah mendapatkan perlakuan benih (warna merah muda) seandainya belum benih perlu di rendam ke dalam larutan fungisida previcur N dengan konsentrasi 2-3 Perlakuan buah yang akan di jadikan bibit. (Mashud, E. 2004.0
d). penyemaian benih cabai rawit
Tebarkan benih ke  persemaian yang telah diisi media semai.
e). Pemeliharaan bibit,
Pemeliharaan saat persemaian, meliputi:
1.    Penyiraman, dilakukan dengan rutin 1-2 kali sehari pagi hari sebelum pukul 09.00 dan sore hari sesuda jam 15.00, tergantung keadaan cuaca.
2.    Pembersihan rumput-rumputan untuk mencegah adanya inang hama dan dan penyakit.
        Pemeliharaan pada saat pembibitan, yaitu:
1.    Penyiraman, dilakukan sampai jenuh, Kebutuhan penyiraman per hari, tergantung pada umur bibit.
2.    Proteksi, dengan pemberian insektisida atau fungisida dengan dosis rata-rata 0,8 ml/l,dan disemprotkan pada tanaman sampai basah dan merata.
3. Penyiangan gulma, dilakukan setiap satu bulan sekali, dengan mekanis maupun
herbisida.
3.    Pemupukan, yaitu pupuk yang penulis gunakan untuk tanaman cabai rawit dalam polibag adalah pupuk organic cair dan pupuk daun anorganik.dosis pengenceran berkisar antara 1-5 ml per 1 liter air, tergantung tingkat kesuburan media tanam.
4.    Seleksi bibit, meliputi: memisahkan tanaman yang kerdil, terkena penyakit dan hama dan dilakukan terus menerussetelah tumbuh berumur 1 minggu
5.   Pengamatan dan pengumpulan data tanaman yang sudah di lakukan pembibitan
f. pencabutan/ pemindahan bibit ke lapang
Dipindahkan dalam bentuk bibit cabutan yang dibongkar dari persemaian bibit. Umur bibit sewaktu pemindahan telah mencapai 21-30 hari. Pemindahan harus hati-hati dan dijaga akar dalam keadan utuh.





g. Wawancara dan Studi Pustaka
Wawancara dan diskusi ini dilakukan di bawah bimbingan dosen pembimbing. Sedangkan studi pustaka bisa didapatkan dari buku – buku atau literatur dilapangan, , hal tersebut untuk pelengkap data dalam laporan akhir.

3.3.JADWAL PELAKSANAAN
NO.
MINGGU KE.
KEGIATAN
1
2
3
1.



Pengenalan instansi
2.



Pemilihan pohon induk
3.



Penyeleksian buah  untuk bibit
4.




Pembibitan
- pengolahan tanah
- perlakuan buah yang di jadikan bibit
5.




Pembibitan
6.



Pemeliharaan dan pengamatan
- penyiraman
- pembersihan rumput-rumputan


























DAFTAR PUSTAKA


Prajnata, F. 1998. Mengatasi Permasalahan Bertanam Cabai. Penebaran Swadaya, Jakarta - 88 hal.

Haryato. 1998. Bertanam Cabai Rawit Dalam Pot.Kanisius, Jakarta – 48 hal.

Semangun. 1993. Penyedian Bibit Cabai Rawit di Polibag, Kanisius. Bandung – 53 hal.
Pitoyo, S. 2007. Teknik Budidaya Tanaman Cabai Di Polybag. Sinar Baru,jakarta – 61 hal.
Prihmantoro, H.1995. Bertanam Cabai Pada Musim Kemarau. Kanisius.Yogyakarta – 74 hal.

Mashud, E. 2004. Pembibitan Cabai Berkualitas. Sinar Baru, Jakarta – 72 hal.